Aku tak akan pernah lupa dengan kata-katanya. Dialah abangku yang dalam setahun ini kujadikan panutan di tempat tinggal ku.
Jangan pernah bosan… karena mereka tak akan pernah bosan…
Begitulah kata-katanya menyentuh telingaku malam ini. Setelah kemaren beberapa kali kami mengadakan rapat. Hari ini kami kembali mengadakan rapat dengan beberapa orang yang sama, ditempat yang sama. Terhitung 4 kali sudah kami mengadakan pertemuan dalam minggu ini, kali ini adalah yang kelima.
“Teman-temanku yang dirahmati Allah, semoga kita tidak pernah bosan dengan apa yang kita lakukan hari ini. Kita disini bukan untuk apa-apa selain karena keinginan dan kesadaran kita untuk menunaikan tugas dari-Nya. Menyusun langkah demi lankah untuk memudahkan gerak kita. Agar diantara kita tidak ada lagi ketidak pahaman tentang untuk apa kita ada disini.
Teman-temanku yang berbahagia. Kita disini bukan lagi untuk bersenag-senang, kita disini bukan lagi untuk berleha-leha, tapi kita disini ada untuk mereka…
Mereka yang tak pernah bosan…
Setiap hari mereka tertawa lebar dengan baju ketatnya, yang selalu menghiasi kendaraannya dengan boneka-boneka “Barbie”nya, Yang selalu mengisi dan memenuhi tiap pojok-pojok taman kampus. Dimana-mana terdengar suara berisik mereka membicarakan sesuatu yang tak bermutu, alinan lagu-lagu yang mengumbar gairah, hentakan drum berdentum diwaktu azan bergema, dan bau-bau tubuh mereka yang tak tentu lagi baunya bau apa karena terlalu banyak parfum yang mereka pakai”.
Saudaraku yang kucintai karena Allah, kita disini ada bukan untuk memusuhi mereka, tetapi mengajak mereka untuk berbenah diri, menuju keridhoan Allah. Mengajak mereka untuk kembali”.
Begitulah kata abangku meyakinkan kami, selalu.
Selasa, 08 Juni 2010
Bingung
Bingung
Itulah kata-kata yang terakhir ku dengar darinya. Seseorang yang selalu bingung dalam segala hal, bingung dengan cara belajar dikelas, bingung dalam cara bergaul dengan perempuan, bingung dengan cara berbusana, bahkan dalam pertemuan sehari-haripun dia selalu diam. “ aku Bingung” itulah kata yang sering kau ucapkan teman.
Tak ada yang menarik dengan teman ku yang satu ini. Dibandingkan dengan teman-teman ku yang lain, yang selalu hyperaktif dalam mencontek, gaulabiz, dan selalu tak kehabisan bahan omongan, ini itu selalu saja dijadikan topic pembicaraan, walau tak mutu. Orang yang satu terlihat aneh dimataku. Mungkin karena kebiasaan aneh itulah, hampir semua teman-temannya yang juga teman-temanku mengucilkannya.
Suatu hari kudekati temanku ini, lalu bertanya, “kenapa lo gak mau gabung dengan mereka?”
“Aku bingung” itulah kata yang keluar dimulutnya yang terlalu berat untuk dibuka.
“Aku bingung harus ikut membicarakan artis yang mana lagi yang belum mereka bicarakan hari ini.”
Itulah kata-kata yang terakhir ku dengar darinya. Seseorang yang selalu bingung dalam segala hal, bingung dengan cara belajar dikelas, bingung dalam cara bergaul dengan perempuan, bingung dengan cara berbusana, bahkan dalam pertemuan sehari-haripun dia selalu diam. “ aku Bingung” itulah kata yang sering kau ucapkan teman.
Tak ada yang menarik dengan teman ku yang satu ini. Dibandingkan dengan teman-teman ku yang lain, yang selalu hyperaktif dalam mencontek, gaulabiz, dan selalu tak kehabisan bahan omongan, ini itu selalu saja dijadikan topic pembicaraan, walau tak mutu. Orang yang satu terlihat aneh dimataku. Mungkin karena kebiasaan aneh itulah, hampir semua teman-temannya yang juga teman-temanku mengucilkannya.
Suatu hari kudekati temanku ini, lalu bertanya, “kenapa lo gak mau gabung dengan mereka?”
“Aku bingung” itulah kata yang keluar dimulutnya yang terlalu berat untuk dibuka.
“Aku bingung harus ikut membicarakan artis yang mana lagi yang belum mereka bicarakan hari ini.”
Langganan:
Postingan (Atom)