
“sesungguhnya orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebutkan nama Allah, maka bergetarlah hatinya. Dan apabila dibacakan ayat-ayatNya kepada mereka, maka bertambah kuatlah imannya…” (al-anfal 2)
Cinta adalah fitrah manusia. Kehadirannya akan merubah hidup seseorang. Cinta menjadikan pengecut sebagai pemberani, yang bakhil jadi penderma, dan si bodoh jadi pintar.
Selalu ada rasa senang, jika yang dilanda cinta dapat bertemu dengan kekasihinya. Tak terbantah, semangat pun begitu bergelora walau hanya mendengar nama kekasinya di sebut-sebut. Denyut jantung bertambah cepat dan tubuhpun mulai bergetar. Begitulah cinta menggambarkan keadaan.
Lalu pernahkah kita terfikir, seberapa bergetar hati kita kala mendengar suara azan ?
Apakah tubuh segera bergerak memenuhi panggilanNya ?
Ataukah kita merasa gelisah dan cemas dengan su’ul khatimah ?
Bukankah sebagian dari tanda cinta adalah hadirnya gairah ketika kekasihnya disebut, dan kegelisahan yang tampak ketika ia tak dapat bertemu kekasih. Dan bertambahlah imannya karena cinta ini adalah cinta yang membius.
“… hanya kepada Allah lah mereka bertawakal ” (Al-anfal 2)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar