
“… Jika kamu sudah tak punyai rasa malu, maka lakukan saja apa yang kau mau “ (HR. Al Bukhari)
Kalimat Rasulullah ini, bernada ketidaksukaan yang amat sangat kepada mereka yang tidak lagi memiliki rasa malu. Bukanlah pemberian ijin, bukan berarti dipersilahkan, dan yang pastu bukanlah sebuah persetujuan apalagi dukungan. Inilah perkataan yang dipertajam, agar ai mengoyak tabir keinsyafan. Inilah kalimat yang diperuncing agar ia masuk ke labirin nurani terdalam. Agar ia dapat menggores kesadaran akan sebuah rasa.
“ Adalah Nabi Shallallahu’Alaihi Wa Sallam lebih malu daripada seorang gadis dalam pingitan.” (HR. Al Bikhari)
Kalau ada nikmat Allah yang dikaruniakan sebagai mahkota kehormatan manusia, pastilah malu adalah salah satu nya. Kalaulah ada perisai yang dianugrahka untuk melawan syeithan dan nafsu, maka malu adalah bahan dari bagian terluarnya. Jika ada pakaian yang menutup ‘aurat lahir dan bathin, maka jadilah malu sebagai benangnya.
Sebagaimana malu adalah mahkota Yusuf yang membuatnya agung di hadapan tipu daya Imraatul ‘Aziiz Zulaikha. Adalah malu menjadi perisai Abu Bakar Al Miski yang memakai baju besi berlumur kotoran manusia ketika seorang wanita kaya dan cantik mengajaknya berzina. Jadilah malu sebagai pakaian Rasulullah hingga beliau lebih terjaga oleh rasa itu daripada gadis dalam pingitan.
Maka belajarlah menjadi pemalu dalam masalah kesucian diri. Karena memang benar, didalam hati yang selalu merasa diawasi Allah akan muncul rasa malu yang sangat kepada Nya. Ah, sungguh betapa dekatnya rasa malu dengan aroma Surga.
Sebagaimana malu adalah mahkota Yusuf yang membuatnya agung di hadapan tipu daya Imraatul ‘Aziiz Zulaikha. Adalah malu menjadi perisai Abu Bakar Al Miski yang memakai baju besi berlumur kotoran manusia ketika seorang wanita kaya dan cantik mengajaknya berzina. Jadilah malu sebagai pakaian Rasulullah hingga beliau lebih terjaga oleh rasa itu daripada gadis dalam pingitan.
Maka belajarlah menjadi pemalu dalam masalah kesucian diri. Karena memang benar, didalam hati yang selalu merasa diawasi Allah akan muncul rasa malu yang sangat kepada Nya. Ah, sungguh betapa dekatnya rasa malu dengan aroma Surga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar